Jakarta –
Read More : PPN Naik Jadi 12%, Harga Minuman Kaleng-Televisi Jadi Segini
Pagar sepanjang 30,16 km dalam air tangarang dikatakan telah dibangun oleh nelayan di jaringan Pandura rakyat di Tangarang reigensi (JRP). Pagar laut dibangun untuk mencegah bencana tsunami dan abrasi.
Koordinator JRP Sandy Martapirajah mengatakan bahwa pagar laut dalam suatu topik adalah kontol yang dibangun secara mandiri oleh masyarakat setempat.
“Pagar laut di pantai utara Tangarang Reigensi sengaja dibangun oleh masyarakat. Itu dilakukan untuk mencegah abrasi,” kata Sandy, dikutip dari Antara pada hari Senin (1/1/2025).
Sandy Nilai air laut dengan struktur fisik dan fungsi penting dari bencana yang berlawanan. Pertama, kurangi dampak gelombang besar, melindungi daerah pantai dari gelombang tinggi yang menghancurkan pantai dan merusak infrastruktur.
“Kedua, mencegah abrasi, mencegah erosi tanah di daerah pesisir yang membahayakan lingkungan dan koloni. Kemudian ancaman tsunami, meskipun tidak bisa sepenuhnya tsunami,” katanya.
Dia menjelaskan bahwa jika kondisi lautnya bagus, area di sekitar pagar bambu dan daerah sekitarnya dapat digunakan sebagai kolam ikan. Ini memberikan peluang ekonomi dan minat baru bagi masyarakat setempat.
Sandy menjelaskan, “Untuk menjaga sistem lingkungan tetap, kolam ikan di dekat paket dapat dikelola dengan cara yang stabil. Paket -paket ini dibangun oleh upaya sosial lokal yang berkaitan dengan ancaman kerusakan lingkungan,” jelas Sandy.
Demikian juga tidak ada nelayan JRP, Holit. Pembangunan pagar laut ditujukan untuk memfasilitasi ikan, serta kerang hijau dan ombak memecah ombak.
“Alhamdulillah, ini telah menjadi penghasilan tambahan bagi nelayan,” kata Halit.
(ACD/ACD)