Jakarta –

Read More : Kenapa Terasa Gatal dan Bentol Setelah Cukur Bulu Kemaluan?

Perut hangat atau rasa panas sering kali disebabkan oleh masalah pencernaan yang disebut dispepsia atau gangguan pencernaan.

Namun tidak semua perut hangat disebabkan oleh dispepsia, gejala ini juga bisa menandakan sensitivitas makanan, sebab di luar pencernaan, atau bahkan gangguan pencernaan yang lebih serius.

Jika Anda mengalami kondisi ini, pelajari gejala dan cara pencegahannya melalui ulasan berikut ini

Berikut penyebab perut panas yang dirangkum dari beberapa sumber. Peningkatan asam lambung

Asam lambung yang naik kembali ke kerongkongan dapat menyebabkan perut terasa perih dan kesemutan. Kondisi ini disebut penyakit refluks gastroesofageal (GERD).

Selain itu, GERD juga dapat menyebabkan nyeri dada, kesulitan menelan, sering bersendawa dan muntah, cepat kenyang, serta batuk kronis.

Beberapa pemicu GERD yang sebaiknya dihindari antara lain makanan pedas dan asam, makanan tinggi lemak seperti gorengan, kelebihan berat badan, merokok, dan konsumsi tomat berlebihan. dispepsia (gangguan pencernaan)

Dispepsia atau gangguan pencernaan adalah sekelompok gejala pada saluran pencernaan yang terjadi secara bersamaan, termasuk rasa terbakar di perut.

Dispepsia bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti konsumsi berlebihan minuman tidak sehat seperti alkohol, kopi atau soda, makan terlalu cepat, makan makanan yang sangat asam, pedas atau berlemak, stres, merokok atau efek samping antibiotik atau obat anti inflamasi. 3. Sensitivitas terhadap jenis makanan

Perut setiap orang berbeda-beda. Sensitivitasnya pun sama, beberapa orang mungkin memiliki kondisi perut yang tidak toleran terhadap makanan tertentu. Penyebab paling umum adalah makanan yang mengandung laktosa dan gluten.

Laktosa sering ditemukan pada susu atau produk susu. Mengutip Zoe, ada penelitian pada tahun 2017 yang menyebutkan 55% penderita gangguan asam lambung mengalami intoleransi laktosa. Saat ini, intoleransi gluten sering terjadi pada sebagian orang. Hal ini menyebabkan sakit perut.

Namun sensitivitas makanan tidak hanya terbatas pada laktosa dan gluten, beberapa minuman dan makanan juga berpotensi mengiritasi saluran pencernaan meski Anda tidak memiliki intoleransi. Misalnya alkohol atau makanan yang terlalu pedas juga bisa menyebabkan iritasi. Infeksi bakteri lambung

Infeksi bakteri pada lambung seringkali disebabkan oleh bakteri bernama Helicobacter pylori. Kondisi ini sering disebut dengan maag.

Biasanya, selain rasa terbakar, penderita infeksi ini juga mengalami beberapa gejala seperti kembung, bersendawa, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, dan mual. Sindrom iritasi usus

Sindrom iritasi usus besar sering disebut IBS (sindrom iritasi usus besar). Kondisi ini berlangsung lama dan menimbulkan berbagai gejala.

Beberapa orang melaporkan bahwa sensasi yang ditimbulkan oleh kondisi ini berbeda-beda, seperti rasa tertusuk, pegal, berdenyut, atau terbakar. Burut

Hernia ada beberapa jenis, salah satunya adalah hernia hiatus atau hernia hiatus. Hernia hiatus terjadi ketika terdapat kelainan pada diafragma, yaitu sekat antara rongga dada dan rongga perut.

Pada kondisi ini, selang makanan melewati lubang kecil di diafragma dan di area perut di bawahnya. Hal ini menyebabkan diafragma mampu menutup saluran masuk.

Hernia dapat menimbulkan sensasi terbakar pada perut dan nyeri pada perut sebelah kiri atau kanan. Rasa sakit pada penyakit ini biasanya timbul saat mengangkat beban berat. 7. Efek samping obat medis

Beberapa obat yang mempengaruhi sistem pencernaan juga bisa menyebabkan sensasi terbakar di perut. Ini termasuk obat antiinflamasi nonsteroid. Contoh obat-obatan ini meliputi: aspirin (Bayer Aspirin) ibuprofen (Advil) naproxen (Alve) celecoxib (Celebrex) oxaprozin (Dipro)

Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai dosis dan efek samping obat sebelum mengonsumsinya.8. Kanker perut

Dalam kasus yang jarang terjadi, sensasi terbakar di perut juga bisa menjadi gejala kanker lambung. Kanker lambung juga mempunyai gejala lain seperti: rasa kenyang di perut bagian atas tanpa sebab yang jelas, penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya, mulas yang parah, anemia, kelelahan, mual dan muntah, muntah darah di tinja, darah di tinja.

Namun, tentu saja, hal ini memerlukan konsultasi terlebih dahulu dengan seorang profesional, dan bukan sekadar kesimpulan terburu-buru atau diagnosis mandiri

Jika Anda mengalami kondisi ini, apalagi jika cukup parah atau frekuensinya tinggi, ada baiknya segera berkonsultasi ke dokter.

Namun tips berikut ini bisa mencegah perut Anda terasa panas. Kurangi atau hindari rokok dan minuman beralkohol. lebih sering. Berat badan ideal

Itulah penjelasan lengkap mengenai penyebab perut panas dan cara mencegahnya. Jangan lupa untuk tetap menjaga pola hidup sehat ya, Kids! Tonton video “Setelah sahur perut saya kenyang dan mual, kenapa?” (informasi/informasi)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *