Jakarta –

Read More : 5 Rebusan Daun yang Bisa Bantu Menurunkan Kadar Kolesterol, Apa Saja?

Minyak ikan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, terutama otak dan jantung. Minyak ini biasanya digunakan sebagai bahan tambahan atau pada produk makanan tertentu.

Minyak ikan yang diekstraksi kesehatan adalah minyak yang diekstrak dari jaringan lemak ikan seperti tuna, ikan teri, makarel dan trout. Sebagian besar manfaat minyak ikan bagi kesehatan berasal dari asam lemak omega-3 yang dikandungnya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 dalam minyak ikan dapat memberikan sejumlah manfaat kesehatan, mulai dari penurunan berat badan hingga pengendalian peradangan.

Minyak ikan bermanfaat tidak hanya untuk anak-anak tetapi juga untuk orang dewasa. Lantas, apa saja manfaat rutin mengonsumsi minyak ikan? Berikut informasinya.1. Membantu orang dengan autisme

Minyak ikan memiliki manfaat yang besar bagi penderita Autism Spectrum Disorder (ASD). Diambil dari Health, minyak ikan tidak mengobati gejala, namun dapat meningkatkan konsentrasi dan memori kerja pada orang dewasa penderita ASD.

Penelitian lain menunjukkan bahwa mengonsumsi kapsul omega-3 setiap hari selama delapan minggu dapat meningkatkan perilaku dan komunikasi sosial pada anak autis 2. Terbukti mengatasi gejala radang sendi

Minyak ikan juga dapat membantu meringankan gejala nyeri pada penderita osteoartritis (OA) dan rheumatoid arthritis (RA).

OA dapat merusak tulang rawan pada persendian dan menyebabkan nyeri kronis serta kecacatan. Sedangkan RA merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan sel-sel tubuh menyerang jaringan sehat di sekitarnya. Serangan ini menyebabkan nyeri, kaku dan bengkak pada persendian.

Sebuah studi tahun 2020 menemukan bahwa minyak ikan dapat membantu mengurangi nyeri kronis pada pasien OA. Beberapa bukti menunjukkan bahwa minyak ikan dapat mengurangi peradangan yang menyebabkan nyeri sendi pada penderita RA.3 Menurunkan tekanan darah

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2022 menemukan bahwa DHA dan EPA, asam lemak omega-3 yang ditemukan dalam minyak ikan, dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan. Hal ini mengurangi risiko tekanan darah tinggi yang dapat memicu penyakit jantung dan stroke. Melindungi kesehatan mata

Mengonsumsi asam lemak omega-3 juga dapat membantu mengurangi risiko degenerasi makula terkait usia. Degenerasi makula merupakan penyebab utama hilangnya penglihatan pada orang dewasa berusia 60 tahun ke atas. Mengurangi peradangan

Mengonsumsi asam lemak omega-3 seperti DHA dan EPA melalui minyak ikan dapat menekan beberapa aspek peradangan dan mengurangi risiko peradangan dalam jangka panjang.

Peradangan selama berbulan-bulan meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung. Mengurangi risiko kecemasan dan depresi

Sebuah penelitian menemukan bahwa rendahnya kadar asam lemak omega-3 dalam darah dapat meningkatkan risiko kecemasan dan depresi. Oleh karena itu, mengonsumsi minyak ikan dipercaya dapat membantu mengatasinya.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2018 menemukan bahwa pola makan kaya asam lemak omega-3 dapat membantu mengurangi gejala kecemasan dan depresi. Peneliti menyimpulkan bahwa asam lemak omega-3 memiliki efek anti inflamasi yang dapat mengurangi peradangan pada otak sehingga mencegah kecemasan dan depresi.7. Memperkuat tulang dan otot

Seiring berjalannya waktu, tubuh akan kehilangan kepadatan tulang dan massa otot. Hal ini dapat meningkatkan risiko jatuh dan patah tulang pada lansia.

Kandungan asam lemak omega-3 pada minyak ikan mampu melindungi kepadatan mineral tulang tulang belakang. Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2021 menemukan bahwa mengonsumsi minyak ikan dapat mengurangi risiko patah tulang, terutama pada orang dengan risiko genetik tinggi.

Penelitian lain menemukan bahwa hal itu dapat memperlambat hilangnya massa otot pada orang dewasa berusia antara 65-80 tahun. Menjaga kesehatan otak

Para peneliti telah menemukan bahwa suplemen asam lemak omega-3 dapat mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan penurunan kognitif pada lansia.

Asam lemak omega-3 seperti DHA berperan penting dalam pembentukan sel otak. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang dengan penyakit Alzheimer memiliki tingkat DHA yang lebih rendah dibandingkan orang normal. Mengonsumsi minyak ikan yang kaya asam lemak omega-3 dapat menjaga struktur sel otak dan mencegah risiko penyakit Alzheimer. Tonton video “Pengakuan Manusia Pertama Elon Musk untuk Implan Chip Otak” (ath/suc)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *