Jakarta –
Read More : Pemerintah Korsel Putar Otak Cari Cara Agar Warganya Tak Bunuh Diri
Garam merupakan mineral yang terbuat dari natrium klorida yang penting bagi tubuh. Tubuh menggunakan garam untuk menyeimbangkan cairan, mengirimkan impuls saraf, menggerakkan otot, dan menyerap nutrisi.
Garam juga memunculkan rasa pada banyak makanan. Namun karena banyaknya makanan ultra-olahan, banyak orang menggunakan garam sebagai pengawet.
Hal ini memudahkan orang untuk makan terlalu banyak garam. Dan hal ini kemudian dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Pasalnya, tubuh hanya membutuhkan natrium dalam jumlah sedikit, sekitar 1500 mg per hari. Apa akibat terlalu banyak makan garam?
Mengonsumsi makanan asin seringkali disebabkan oleh banyak mengonsumsi makanan olahan. Jika pola makan Anda sebagian besar seimbang dan terdiri dari makanan utuh seperti daging, buah-buahan, dan sayuran, Anda akan mengonsumsi lebih sedikit garam dibandingkan rata-rata orang.
Meskipun garam merupakan bagian penting dari pola makan seimbang, mengonsumsi terlalu banyak garam dapat menyebabkan beberapa masalah. Gejala-gejala berikut mungkin menunjukkan bahwa tubuh Anda terlalu banyak mengonsumsi garam: 1. Tertawa
Tanda tubuh terlalu banyak mengonsumsi garam adalah perut kembung yang dilansir dari laman Kesehatan. Saat Anda mengonsumsi makanan tinggi garam, tubuh akan menyimpan natrium ekstra tersebut dan kemudian mencoba mencampurkannya dengan air.
Kondisi ini menyebabkan tubuh menahan air. Suatu kondisi di mana cairan diproduksi di dalam tubuh.
Hal ini akan menyebabkan penambahan berat badan atau yang disebut dengan lemak air. Meski tidak berbahaya, namun dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Tekanan darah tinggi
Mengonsumsi terlalu banyak garam dapat meningkatkan jumlah air yang tertahan di dalam tubuh. Peningkatan asupan air dapat menyebabkan peningkatan volume darah dan peningkatan tekanan darah.
Beberapa orang lebih sensitif terhadap garam. Sedangkan orang lain bisa makan lebih banyak garam tanpa berpengaruh pada tekanan darah.
Orang yang lebih sensitif terhadap garam mungkin menderita tekanan darah tinggi atau hipertensi. Hal ini menyebabkan meningkatnya jumlah darah di arteri sehingga menekan dinding arteri dan menyebabkan jantung bekerja lebih keras dari biasanya untuk memompa darah.
Hipertensi yang tidak segera ditangani dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti gagal jantung, stroke, dan penyakit ginjal. Peningkatan dehidrasi
Mengonsumsi makanan asin seperti keripik atau kacang-kacangan bisa membuat Anda semakin haus. Hal ini terjadi karena tubuh mengalami ketidakseimbangan air dan natrium.
Artinya tubuh membutuhkan lebih banyak air untuk menjaga keseimbangannya. Penting untuk minum air setelah makan banyak garam, atau Anda bisa mengalami dehidrasi. Oleh karena itu dianjurkan untuk minum air putih yang cukup untuk menetralisir garam dan memperbaharui sel-sel tubuh. Batu ginjal
Jika Anda kurang minum air putih namun tidak mengonsumsi makanan tinggi garam, risiko terkena batu ginjal mungkin lebih tinggi. Batu ginjal terbuat dari kalsium dan oksalat atau asam urat dan bisa sangat menyakitkan.
Pasalnya, mengonsumsi terlalu banyak garam dapat meningkatkan jumlah kalsium yang dikeluarkan dari ginjal dan urin. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya batu ginjal. Tetap terhidrasi dapat mengurangi risiko. Gangguan tidur dan kelelahan
Mengonsumsi terlalu banyak garam bisa membuat seseorang merasa lebih lelah dari biasanya. Faktanya, kondisi ini bisa menyebabkan gangguan tidur.
Kondisi ini ditandai dengan tidur nyenyak, sering terbangun di malam hari, dan merasa istirahat di pagi hari. Tubuh membengkak
Kembung bisa menjadi tanda terlalu banyak natrium dalam tubuh. Kondisi ini disebut edema.
Edema adalah suatu kondisi yang terjadi ketika kelebihan cairan menumpuk di jaringan tubuh. Hal ini menyebabkan pembengkakan pada bagian tubuh tertentu.
Edema biasanya terjadi di pergelangan kaki dan tangan, namun bisa terjadi di bagian tubuh mana saja. Otak
Kutipan dari Eating Well: Sakit kepala adalah salah satu gejala kelebihan garam yang jarang terjadi. Jika tubuh terlalu banyak mengonsumsi natrium, maka dapat mengganggu keseimbangan cairan tubuh.
Hal ini dapat menyebabkan hilangnya natrium dari suplai air tubuh dan sakit kepala. Ketika tubuh kehilangan terlalu banyak air, otak mengerut karena kehilangan natrium.
Mengonsumsi terlalu banyak garam dapat menyebabkan sejumlah gejala, termasuk mual, pusing, dan, dalam kasus yang ekstrim, muntah. Jika Anda mengalami sakit kepala, disarankan agar Anda minum banyak air untuk menghilangkan natrium dan meredakan sakit kepala. “Pakar Nutrisi Sebut MSG Lebih Sehat Dibanding Gula dan Garam Hingga Kontroversi” (sao/suc)