Jakarta –
Read More : WHO Sebut Bedak Tabur ‘Talk’ Berisiko Picu Kanker, Ini Temuan Barunya
Kembang kol pastinya merupakan sayuran yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Sayuran mirip brokoli ini sering diolah menjadi berbagai makanan, seperti sup, sayur sop, sop, dan lain-lain.
Selain rasanya yang lezat dan teksturnya yang renyah, kembang kol mengandung banyak vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan tubuh. Menurut Healthline, sekitar 100 gram kembang kol dapat memberikan nutrisi sebagai berikut: Kalori: 27 Serat: 2 gram Vitamin C: 58 persen dari kebutuhan harian Vitamin K: 14 persen dari kebutuhan harian Vitamin B6: 12 persen Folat: 15 persen dari kebutuhan harian. kebutuhan harian Kalium: 7 persen dari kebutuhan harian Mangan: 9 persen dari kebutuhan harian Kolin: 8 persen dari kebutuhan harian Magnesium: 4 persen dari kebutuhan harian Fosfor: 4 persen dari kebutuhan harian
Karena beragamnya nutrisi, kembang kol menjadi makanan sehat. Lantas, apa saja manfaat kembang kol bagi kesehatan? Berikut ulasannya.1. Kaya serat
Kembang kol kaya akan serat. Sekitar 100 gram kembang kol mengandung serat hingga 7 gram, yang mampu memenuhi 7 persen kebutuhan harian.
Serat juga membantu memberi makan bakteri baik di usus, mencegah peradangan dan meningkatkan kesehatan pencernaan.2. Membantu dalam penurunan berat badan
Serat pada kembang kol juga membantu memperlambat penyerapan karbohidrat dalam sistem pencernaan. Membuat makanan berkarbohidrat bertahan lebih lama sehingga meningkatkan rasa kenyang dan menekan rasa lapar.3. Mengandung antioksidan
Kembang kol juga kaya akan antioksidan yang berperan melindungi tubuh dari efek peradangan dan radikal bebas. Seperti sayuran silangan lainnya, kembang kol mengandung antioksidan yang disebut glukosinolat dan isothiocyanates, yang diketahui memperlambat pertumbuhan sel kanker.
Tak hanya itu, kembang kol juga mengandung karotenoid dan flavonoid yang memiliki sifat anti kanker, serta vitamin C yang dapat memperkuat sistem imun tubuh. Mengurangi risiko penyakit kronis
Makan kembang kol mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker. Sebuah ulasan yang diterbitkan pada tahun 2015 juga menemukan bahwa sayuran silangan dapat mengurangi risiko kanker, penyakit jantung, dan kematian karena sebab apa pun.
Kembang kol juga mengandung zat alami yang melindungi area pembuluh darah yang paling rentan mengalami peradangan. Beberapa bukti menunjukkan bahwa zat ini juga dapat menghambat pertumbuhan dan penyebaran kanker kolorektal.5. Mengurangi efek penuaan
Penelitian menunjukkan bahwa sulforaphane, zat alami yang ditemukan dalam kembang kol dan sayuran silangan lainnya, dapat memperlambat proses biokimia penuaan dengan menetralkan racun, mengurangi peradangan, dan melindungi DNA dari kerusakan akibat efek penuaan.
Sebuah studi tahun 2017 juga menemukan bahwa sulforaphane dapat melindungi otak dan memperlambat penurunan kognitif akibat penuaan.6. Mendukung proses detoksifikasi dalam tubuh
Detoksifikasi adalah proses alami dimana tubuh membuang racun dan zat yang berpotensi berbahaya. Mengonsumsi kembang kol atau sayuran silangan lainnya dapat mendukung proses ini.
Pasalnya kembang kol mengandung enzim yang dapat membantu proses detoksifikasi. Enzim-enzim ini beredar ke seluruh tubuh untuk mencari dan mengumpulkan racun dan produk limbah, mengikatnya, dan mengeluarkannya dari tubuh. Simak video “5 Kunci Menjaga Keamanan Pangan” (ath/naf)