Jakarta –
Read More : Jumlah Penumpang Pesawat Diperkirakan 10,8 Juta Saat Libur Lebaran
Beberapa pengusaha muda Indonesia berhasil masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia 2024 dan tidak sedikit pula yang merupakan pengusaha perempuan.
Forbes 30 Under 30 adalah daftar generasi muda di bawah usia 30 tahun yang melalui proses seleksi ketat dianggap berpengaruh dan sukses di berbagai bidang. Forbes menerbitkan 10 kategori tahun ini.
Melansir Forbes, Jumat (17/5/2024), nama 5 dari 18 pengusaha wanita Indonesia masuk dalam daftar tersebut. Lantas siapa saja yang masuk dalam Daftar Pengusaha Wanita 30 Under 30 Asia 2024 Forbes?
1. Octorika Mandasari – Salah satu pendiri BintanGo
Octorika Mandasari adalah salah satu pendiri BintanGo, sebuah program yang dioperasikan oleh PT. Stargo Digital Indonesia dirilis pada 4 Agustus 2021. Pemain berusia 29 tahun ini masuk dalam 30 Under 30 Asia 2024 kategori Media, Marketing, dan Advertising.
BintanGO adalah pasar bagi para pembuat konten. Ini dimulai sebagai sebuah aplikasi di mana orang dapat membayar untuk menyebut selebriti favorit mereka sebelum berkembang menjadi platform bagi pembuat konten, merek, dan agensi untuk berkolaborasi.
Pada bulan Agustus tahun lalu, BintanGO mengumpulkan $2,2 juta dalam penggalangan dana dari investor termasuk Investible dan Contents Technologies, sehingga total pendanaannya menjadi $4,8 juta. Perusahaan akan menggunakan dana terbaru untuk meluncurkan perdagangan langsung di platform seperti Instagram dan TikTok di Indonesia. Graceila Putri – Salah satu pendiri Juragan Materials
Graceila Putri mendirikan Juragan Material yang diluncurkan pada tahun 2021. Pria berusia 29 tahun ini masuk dalam Forbes 30 Under 30 Asia 2024 di industri manufaktur dan energi.
Meluncurkan pasar online bagi perusahaan konstruksi untuk membeli material seperti semen dan pipa. Karena situs web menawarkan cara baru dalam melakukan pemesanan dibandingkan saluran tradisional seperti panggilan telepon dan SMS, investor menjadi tertarik. Pada tahun 2022, Juragan Material telah mengumpulkan dana awal sebesar $4 juta dari investor termasuk Go-Ventures dan SIG.3. Kimberly Tandra – Pendiri Suedeson
Kimberly Tandra, 25, masuk dalam Forbes 30 under 30 Asia 2024 dalam kategori seni (Art% Style, Food & Drink). Setelah menyelesaikan Magister Esmod Fashion Business di Paris pada tahun 2017, Tandra meluncurkan mereknya Suedeson.
Tanndra meluncurkan koleksi pertamanya di New York Fashion Week pada tahun 2018 dan menjadi desainer termuda yang mengkurasi Indonesia Now pada tahun 2024. Gaya Suedeson memiliki warna-warna cerah dan tanaman asli Indonesia serta menggunakan sulaman tradisional. Tamara Dewi Gondo Soerijo – salah satu pendiri Freedom Association
Tamara Dewi Gondo Soerijo, 26 tahun, merupakan salah satu pendiri Liberty Society. Prestasinya di bisnis ini membuatnya sukses dengan masuk dalam Forbes 30 Under 30 Asia 2024 untuk kategori dampak sosial.
Dia mendirikan Liberty Society karena keinginannya untuk mendistribusikan kembali keuntungan perusahaan untuk membantu perempuan yang membutuhkan. Freedom Association menargetkan pengungsi di Indonesia dari Timur Tengah dan Afrika dan menyelenggarakan lokakarya untuk menunjukkan kepada para pengrajin cara membuat barang dari bahan daur ulang dan menjualnya ke sponsor perusahaan.
April Group mendaur ulang kertas dan limbah kertas menjadi tas global dan menjadi hadiah perusahaan untuk Samsung, AXA Indonesia, dan perusahaan besar lainnya. Soerijo, mantan kontestan Puteri Indonesia, menerima lebih dari $500,000 dari DBS.5. Karina Innadindya – salah satu pendiri HMNS
Pria berusia 29 tahun ini adalah salah satu pendiri merek parfum lokal HMNS (diucapkan Humans). Pada tahun 2019, ia ikut mendirikan HMNS bersama Rizky Arief Dwi Prakoso dan Amron Naibaho dan berhasil masuk Forbes 30 Under 30 Asia 2024 kategori Retail & Ecommerce.
Mereka semua menyadari kesenjangan antara kemewahan dan anggaran di pasar parfum Indonesia dan akhirnya memutuskan untuk mendirikan HMNS yang menawarkan parfum berkualitas dengan harga terjangkau menggunakan bahan-bahan lokal dan teknik inovatif.
Parfum Unrosed mereka misalnya, tidak terbuat dari bunga mawar, melainkan dari palmarosa dari Jawa, dengan metode yang disebut soliflore. HMNS mengklaim telah menjual 800.000 botol pada tahun lalu. Selain parfum, mereka menyediakan pengharum ruangan dan akan memperluas ke Malaysia tahun ini. (sst / gambar.)