Jakarta –

Read More : Awal Mula J&J Digugat Rp 233 Miliar Buntut Kasus Kanker gegara Bedak Tabur

Viral penggunaan cairan antiseptik di ketiak yang dikenal dengan istilah ‘axillary marination’. Konon bisa menjadi solusi menghilangkan bau badan. Namun, para ahli dermatologi mengingatkan bahwa tren ini justru berisiko menimbulkan berbagai masalah, apalagi jika dilakukan tanpa pemahaman yang tepat.

Dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK menjelaskan berbagai masalah kulit yang bisa timbul akibat penggunaan antiseptik di area ketiak. Sesuatu? Simak ringkasannya di bawah ini:

1. Kulit kering

Salah satu risiko utama penggunaan antiseptik pada ketiak adalah mengeringkan kulit. “Antiseptik mengandung bahan kimia yang dapat menghilangkan kelembapan alami kulit,” jelas Dr Darma. Penggunaan yang berlebihan, apalagi jika dilakukan secara rutin, dapat menyebabkan kulit kehilangan kelembapannya sehingga membuat kulit terasa kering dan kasar.

2. Iritasi kulit

Dr Darma menjelaskan, antiseptik yang digunakan langsung pada area sensitif seperti ketiak dapat menyebabkan iritasi. “Risiko iritasi kulit sangat tinggi, apalagi jika antiseptik digunakan dalam jangka panjang. Kulit bisa memerah, gatal, bahkan terbakar,” kata dr. kata Darma.

Jika tidak dibersihkan dengan benar setelah digunakan, iritasi ini bisa bertambah parah.

3. Dermatitis kontak

Masalah lebih serius yang bisa timbul adalah dermatitis kontak. “Penggunaan antiseptik secara terus menerus dapat menimbulkan reaksi alergi pada kulit yang disebut dengan dermatitis kontak,” tambah dr Darma.

Gejala dermatitis kontak meliputi kemerahan, bengkak, dan lepuh kecil yang mengiritasi, yang disebabkan oleh paparan bahan kimia dalam antiseptik.

4. Ketidakseimbangan mikrobioma kulit

Seringnya penggunaan antiseptik juga dapat mengganggu keseimbangan alami mikrobioma pada kulit. “Keseimbangan bakteri baik di kulit sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit. Penggunaan antiseptik yang berlebihan dapat membunuh bakteri baik tersebut sehingga membuat kulit lebih rentan terhadap infeksi,” kata Dr. Darma menjelaskan. Hal ini dapat menyebabkan infeksi bakteri atau jamur yang lebih serius.

5. Risiko pada kulit sensitif

Bagi mereka yang memiliki kulit sensitif, risiko tren ini mungkin lebih tinggi. “Orang dengan kulit sensitif berisiko tinggi mengalami iritasi atau reaksi alergi yang parah,” kata dr Darma. Maka dr Darma berpesan untuk selalu berhati-hati dan ada baiknya berkonsultasi ke dokter sebelum mencoba tren yang sedang viral seperti ini. Saksikan video “Aksi Heroik Perawat Lindungi Bayi Saat Gempa Taiwan Mengguncang” (naf/naf)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *