Jakarta –
Read More : Sulit Kerja Kantoran, Profesi Lama Mulai Ditekuni Lagi
Istilah sistem pemblokiran mungkin terdengar asing di telinga orang awam. Secara umum sistem interlocking merupakan salah satu aspek penting dalam dunia perkeretaapian.
Teknologi penyekatan merupakan bagian dari persinyalan yang mengatur lalu lintas kereta api. Sehingga kereta api dapat berjalan lancar di lintasannya, mencegah adu banteng dan mengantarkan penumpang selamat sampai tujuan
Mengutip Desain dan Simulasi Sistem Persinyalan Kereta Api Nirkabel oleh Richard Pradana et al., sistem interlocking adalah metode operasi terkomputerisasi yang dirancang untuk mengatur dan memantau serangkaian fasilitas kereta api. Sistem ini terbagi menjadi sistem pemblokiran vital dan non-vital: perangkat terhubung langsung ke rel kereta api sebagai sistem pemblokiran utama: perangkat menerima instruksi dan mengirimkan sinyal ke perangkat di sekitar rel kereta api.
Apa fungsi sistem sambungan pada sektor perkeretaapian? Laporan dari situs Universitas Teknologi Indonesia dan jurnal terbitan Politeknik Negeri Bandung beberapa fungsinya: memantau kondisi teknis di lokasi untuk percabangan atau perlintasan jalur kereta api.
Seiring dengan berkembangnya industri perkeretaapian, sistem interlocking dibagi menjadi beberapa kategori. Jenis-jenis sistem penguncian adalah sebagai berikut:1. Pemblokiran mekanis
Sistem penyambungan mekanis pertama kali diperkenalkan di Bricklayers Arms Junction, Inggris pada tahun 1843. Peralatan penyambungan mekanis mempunyai batang baja berbentuk kisi rapi yang melekat padanya, yang disebut bantalan pengunci.
Batang pengunci ini dihubungkan dengan tuas yang menggerakkan sinyal, pemandu, piston dan perangkat lainnya. Keuntungan dari sistem ini adalah sebagai berikut: Tujuan dari locking bed adalah untuk mencegah gerakan tuas yang kontradiktif. Sistem ini mempunyai gangguan mekanis yang menghalangi pergerakan salah satu tuas sehingga tidak terjadi benturan. Lipatan elektromekanis
Mirip dengan interlocking mekanis, sistem interlocking elektromekanis juga menggabungkan interlocking mekanis untuk memastikan bahwa tuas berada dalam urutan. Perbedaannya adalah tuas yang digunakan pada pemblokiran elektromekanis jauh lebih kecil dan kompak.
Hal ini karena sistem interlock elektromekanis tidak mengontrol perangkat lapangan secara langsung. Kelebihan sistem ini sama dengan pemblokiran mekanis, namun lebih sederhana dan mudah digunakan. Pemblokiran relai
Relai atau interlock listrik murni terdiri dari rangkaian listrik kompleks yang dihubungkan bersama. Sistem ini awalnya dipasang di Chicago, Burlington dan Quincy Railroad pada tahun 1929.
Keuntungan sistem relai adalah sebagai berikut: Memastikan lokasi setiap perangkat pemberi sinyal di luar ruangan. Sistem ini dikelola secara terpusat, lokal atau otomatis. Pemblokiran I/O (NX)
Pada dasarnya, input-output latching (NX) adalah jenis relay latching. Di Indonesia, sistem penguncian masuk-keluar digunakan di PT KAI DAOP IV Semarang.
Keunggulan Entry and Exit Blocking System (NX) adalah: Mempercepat pengoperasian sistem Menyederhanakan routing kereta.
Sistem NX berbasis relai ini memungkinkan Centralized Train Travel Controller (TPCP) memantau status diagram jalur stasiun. Petugas dapat menekan satu tombol untuk jalur sinyal masuk dan tombol lainnya untuk jalur keluar.5. Pemblokiran elektronik
Sistem ini dipasang pada akhir tahun 1980an dan masih dalam kondisi solid. Pekerjaannya melibatkan perangkat lunak komputer yang memudahkan pejabat mengubah desain rute.
Interlock solid-state generasi pertama dibuat oleh British Rail di Inggris. Sistem ini merupakan cikal bakal interlock berbasis prosesor lainnya, yaitu: Interlock Berbasis Komputer (CBI) Interlock prosesor vital Microlok, sekarang dikenal sebagai Hitachi RailWestlock, sekarang Siemens.
Demikian pembahasan mengenai sistem interlocking yang fungsi utamanya mencegah terjadinya kecelakaan dalam dunia perkeretaapian. Semoga artikel ini dapat memperluas pengetahuan detiker. Tonton video “Kecelakaan bus dan kereta api di Los Angeles” (red/fay)