Batavia –
Read More : Dengar Bunyi Keras Helikopter Jatuh, Warga: Suaranya Obok-obok Gitu
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) yang beranggotakan 38 negara telah setuju untuk membiarkan Indonesia bergabung dalam pemerintahan.
Airlangga juga menyampaikan telah mendapat rencana Indonesia bergabung dengan OECD. Selain Indonesia, satu-satunya negara lain yang mengadopsi rencana ini adalah Argentina.
“(Mengakses) OECD tentu tidak mudah karena ada 38 negara (anggota yang harus menyetujui masuknya negara lain menjadi anggota) dan 38 negara (anggota) setuju untuk mengizinkan Indonesia bergabung dalam OECD,” Airlangga di f. mengadakan seminar ekonomi di Canisius College, Batavia Center pada Sabtu (11/5/2024).
“Saya menerima peta jalan umum dari mereka minggu lalu. Dua negara yang menerima jalur tersebut, satu Indonesia dan satu lagi Argentina,” imbuhnya.
Airlangga menjelaskan, masuknya Indonesia ke dalam OECD merupakan hal yang penting mengingat saat ini Indonesia sedang melakukan reformasi birokrasi secara besar-besaran. Karena dengan partisipasi tersebut, Indonesia dapat mengembangkan kebijakan yang berbeda dan mengukur kebijakan serupa dari negara OECD lainnya.
“Mengapa OECD penting? Karena kami ingin reformasi lebih lanjut. Reformasi pertama kami di masa Covid-19 adalah undang-undang penciptaan lapangan kerja, kami merevisi lebih dari 60 undang-undang. Lalu ada implementasi melalui OECD dan mereka punya banyak data dan Mereka punya standar, kata Airlangga.
Selain itu, masuknya Indonesia sebagai anggota OECD juga dapat menarik minat negara-negara anggota lainnya untuk berpartisipasi dalam pembangunan negara. Untuk itu, selain dengan OECD, Indonesia juga menjalin kerja sama dengan negara lain melalui blok ekonomi.
Misalnya, Indonesia akan bergabung dengan blok ekonomi seperti Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) untuk memetakan kerja sama dengan Korea Selatan dan Uni Eropa.
Jadi kita siap dengan standar internasional. Jadi tentunya kita berharap pertumbuhan ekonomi kita kembali meningkat. Dengan masuk OECD, investasi besar juga masuk, tutupnya.
(jam/jam)