Jakarta –

Read More : Anggaran Dipangkas, Mendag Bakal Kurangi Blusukan ke Pasar?

Kementerian Urusan Maritim dan Perikanan (KKP) berencana untuk merevitalisasi kolam jalan Pantai Utara (Pantura) yang mencakup luas 20.000 hektar untuk budaya saline Tilapia (tilapia). Di sisi lain, daerah pantai utara terancam tenggelam.

Menteri Urusan Maritim dan Perikanan (MKP) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan bahwa 78.558 hektar kolam Pantura telah rusak. Memang, beberapa dekade yang lalu, ada kolam udang harimau yang menyebabkan kerusakan.

Dia melakukan kolam ikan nila salin di Karawang. Hasilnya, buah alias yang sukses.

“Mengenai kerusakan pesisir karena apa namanya, itu juga merupakan peristiwa alami karena terbuat dari kolam di laut dan sebagainya. Tentu saja, itu adalah salah satu pada saat yang sama di wilayah itu kami akan membangun revitalisasi pesisir kami dengan menanam hutan bakau dan sebagainya”, Trenggono ke tim media di kantornya, Jakarta sentral, Kamis 5/6/20).

Trenggono memastikan bahwa pembangunan kolam di pantai utara tidak dekat dengan daerah pesisir. Kemudian, ruang antara kolam dan pantai akan ditanam oleh hutan bakau. Perkebunan hutan bakau ini juga merupakan bagian dari konstruksi yang direncanakan dari tanggul laut raksasa atau dinding maritim raksasa yang akan dibangun di Gresik.

“Di tingkat nasional, itu juga dirancang untuk dibangun oleh tembok maritim raksasa. Raksasa laut raksasa kemudian oleh presiden, kemudian oleh presiden untuk mencapai Gresik. Tetapi setidaknya konsep yang kami bangun jelas merupakan revitalisasi, kami pasti akan, kolam yang akan dibangun secara paralel, kami juga membangun hutan mangroves di sana untuk kami,” kata Trenggono.

Berkenaan dengan kepemilikan tanah di jalur Pantura, Trenggono mengatakan bahwa masih ada milik Kementerian Kehutanan. Untuk alasan ini, kemudian di perusahaan negara (BUTM) di bidang pertanian yang akan menjelaskannya.

“Jika kolam itu milik masyarakat, kami akan mencoba merevitalisasi komunitas dengan model yang sama, tetapi kemudian pekerjaan dan sebagainya adalah komunitas,” tambah Trenggono.

Temukan juga video “Wave untuk menolak pembangunan kolam udang di Sukabumi”:

(REA / RRD)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *