Jakarta –
Read More : Salju Abadi Puncak Jayawijaya Tinggal Kenangan? BMKG: Lenyap di 2026
Rumor telah dikatakan bahwa banyak toko di pusat pembelian akan segera ditutup. Saat ini, cabang masih terlihat kosong dan hanya terbuang hanya menjual produk yang ada.
Menurut pengawasan AFP pada hari Selasa (1/4/2025), ini adalah salah satu toko besar di Lulu, Jakarta Timur. Di daerah ini, sebagian besar wilayah sangat kosong dan tidak ada satu produk.
Sama seperti rak dan minuman, tidak ada barang sama sekali. Juga tidak tersedia di bagian informasi produk dan harga yang biasanya terjebak di rak.
Demikian pula, lemari pendingin sering digunakan untuk menyimpan anggur manis dan produk pengolahan makanan beku dalam minuman.
Bahkan makanan segar atau beku telah ditutupi oleh dudukan roti yang gagal. Rak -rak ini diselenggarakan secara online untuk mencegah pengunjung dari ruang makan karena tidak ada produk di area tersebut.
Saat membeli di sekitar tengah – beberapa rak panjang dapat dilihat dan diatur sesuai dengan area kerajinan masing -masing yang dapat dikelilingi. Di seluruh area, masih ada satu atau dua baris rak yang penuh dengan produk.
Produk yang mempertahankan sabun dan sampo, deterjen dan pelembut, serta sikat gigi. Namun, hanya ada beberapa merek atau merek di aula rak.
Lalu ada produk residu, seperti peralatan dapur dalam bentuk papan, cangkir, mangkuk, dan botol minuman. Produk pembersih rumah tangga seperti sapu dan kain rambut; Selain dekorasi atau dekorasi rumah, ada rak khusus yang berisi sirup.
Ada juga produk pakaian gantung di luar. Secara keseluruhan, sebagian besar rak di pusat pembelian kosong, terutama di antara bagian -bagian terbatas.
Hal yang sama terjadi pada Lulu Hypermarket dari Depok Taman Sawangan. Ekspor juga hanya menjual limbah produk dan sebagian besar rak kosong.
(Igo/eds)