Jakarta-
Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah mengalokasikan sekitar Rp300 triliun dari APBN yang bisa dihemat. Uang sebesar itu kini diturunkan harganya dan kemudian bisa digunakan untuk berbagai hal, termasuk uang tambahan untuk anggaran kepedulian sosial.
Pria yang akrab disapa Zulhas itu mengatakan, dalam rapat kabinet, Prabowo meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk menyumbangkan uang sebesar Rp300 triliun yang diperoleh dari tabungan perjalanan dinas dan penyelenggaraan berbagai acara seremonial di kementerian dan lembaga.
“Kalau di rapat kabinet kemarin, Pak Prabowo melakukan propaganda, Pak Presiden dan Pak Menteri Keuangan, ya nilainya Rp 300 triliun. Artinya, sedang mempertimbangkan akting. Selain itu, perjalanan bisnis, acara rutin, misalnya.” : kunjungan rutin ya,” kata Zulhas seusai Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah tahun 2024 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat. Kamis (7/11/2024).
Saat Zulhas menanyakan apakah seluruh anggaran akan digunakan untuk tunjangan hidup lanjutan, Zulhas menjawab tidak semuanya akan dialokasikan untuk tunjangan hidup. Ia mengatakan, penggunaan anggaran di atas masih dihitung, namun tunjangan subsisten sebenarnya menjadi salah satu kemungkinan penggunaan.
“Belum, berarti kepedulian sosial belum dibahas ya. Belum terjadi berapa. Cuma diberi titik, lalu diberi tanda bintang,” kata Zulhas.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengharapkan tambahan anggaran sebesar Rp 100 triliun (bansot) pada tahun 2025. Hal ini disebabkan adanya dorongan dari Presiden Prabowo kepada kementerian/lembaga untuk meningkatkan efisiensi dan menutup seluruh kebocoran anggaran.
Cak Imin mengatakan, jika defisit anggaran yang besar bisa ditutup hingga Rp 100 triliun, diharapkan anggaran tersebut bisa dialihkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Presiden sudah berkali-kali tegas mengatakan bahwa kita akan melakukan efisiensi dan mengganti segala macam kerugian anggaran kita sekaligus. Kita berharap ini berhasil dan setidaknya kita berdoa semoga di tahun 2025 semakin banyak dukungan pendapatan, mudah-mudahan bisa. bisa mencapai Rp 100 triliun,” kata Cak Imin di acara yang sama.
Lihat juga videonya: Mentan dan Mendes PDTT menyepakati Nota Kesepahaman yang tujuannya adalah swasembada pangan pada tahun 2028
(halaman/fdl)