Jakarta –
Polisi regional Mimika, di pusat Papua, mengatakan bahwa naik ke KTT Pyramid Kaltenz untuk sementara dihentikan setelah kematian dua pendaki, yaitu Lily Wijayanti Positiono dan Elsa Laxono.
“Pendakian sementara telah ditangguhkan sejak proses evakuasi kedua korban,” kata Kepala Polisi Timika, AKBP, Billyandha Hildario Budiman, yang dikutip dari Antara pada Selasa (3/3/2025).
Villianda mengatakan mayat Lily dan Elsa berhasil dievakuasi ke Rumah Sakit Regional Mimika dan kembali ke kota kelahiran mereka pada hari Senin (3/3) dengan Lion Air Air.
“Tubuh Elsa Laxon dievakuasi pada hari Minggu (2/3) dan Lily Wijayanti Posiono dievakuasi pada hari Senin (3/3) selama era 06.53 Indonesia Timur,” katanya.
Keduanya dinyatakan meninggal pada hari Sabtu (1/3/2025) ketika puncak piramida Kaltenz naik karena hipotermia atau penyakit Yamashina akut (AMS).
Proses evakuasi berjalan dengan lancar terlepas dari kenyataan bahwa iklim miring yang dibatasi oleh kedua mayat tubuhnya dimakamkan di Rumah Sakit Regional Mimika sebelum dikirim ke kota kelahirannya.
Pendakian ke atas piramida Cartensz untuk sementara ditangguhkan sampai batas waktu tidak lagi dikonfirmasi.
Dari informasi di situs resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Gunung Kaltenz memiliki permukaan laut sekitar 4.884 meter.
Pegunungan adalah puncak tertinggi di wilayah Indonesia, Australia dan Oceania. Selain itu, piramida cartrenz termasuk dalam tujuh puncak. Ini adalah tujuh puncak terbaik di setiap benua, tujuan impian bagi pendaki gunung di seluruh dunia.
Puncak Cardenz juga dikenal sebagai piramida Carstensz karena bentuknya mirip dengan piramida. Piramida Karamid terdiri dari tiga puncak terkenal: Puncak Jaya, setinggi 4.730 meter dan tinggi 4.640 meter di puncak Mandala. Tiga puncak berada di bagian barat Dataran Tinggi Jayawijaya. Lihatlah video “Penggali Mantra Bawah Air dari Video Telek Kiluan” (FEM/FEM)