Jakarta –
Kesal dengan pemecatan tersebut, seorang karyawan asal India menghapus data server milik mantan perusahaannya di Singapura. Akibat perbuatannya, perusahaan mengalami kerugian hingga S$918.000 atau setara Rp. 11,1 miliar (kurs Rp 12.097 per dolar Singapura).
Berdasarkan pemberitaan CNA, Sabtu (29/6/2024), kejadian tersebut bermula ketika seorang karyawan bernama Kandula Nagaraju (39) dipecat dari perusahaan layanan informasi NCS yang berbasis di Singapura pada Oktober 2022.
Sebelumnya pada November 2021-Oktober 2022, Kandula adalah bagian dari tim beranggotakan 20 orang yang mengelola sistem jaminan kualitas terkomputerisasi (QA) di NCS. Saat itu, dia dan mantan timnya mengelola sistem untuk menguji perangkat lunak dan program baru sebelum diluncurkan.
Setelah kontrak Kandule diputus oleh perusahaan, ia tidak bisa lagi bekerja di Singapura dan terpaksa kembali ke India. Marah dengan unduhan tersebut, dia kemudian menggunakan laptopnya untuk mengakses sistem server secara ilegal menggunakan kredensial login administrator.
Dia melakukan ini enam kali antara tanggal 6 Januari dan 17 Januari 2023. Pada bulan Februari tahun itu, dia kembali ke Singapura setelah mengambil pekerjaan baru. Dia menyewa kamar dengan mantan rekannya di NCS dan menggunakan jaringan Wi-Fi miliknya untuk masuk ke sistem NCS satu kali pada tanggal 23 Februari 2023.
Selama dua bulan, Kandula memperoleh akses ilegal ke server perusahaan. Dalam kesempatan itu, ia menulis beberapa skrip komputer dengan tujuan untuk memusnahkan server perusahaan.
Setidaknya hingga Maret 2023, ia berhasil mengakses sistem QA NCS sebanyak 13 kali. Pada tanggal 18 dan 19 Maret saja, dia menjalankan skrip yang diprogram untuk menghapus 180 server virtual di sistem. Scriptnya ditulis sedemikian rupa sehingga akan menghapus server satu per satu.
Keesokan harinya, tim NCS menyadari bahwa sistem tidak tersedia dan mencoba memecahkan masalah, namun tidak berhasil. Mereka menemukan bahwa server telah dihapus.
Pada 11 April 2023, laporan polisi akhirnya diajukan dan beberapa alamat IP yang ditemukan melalui penyelidikan internal diserahkan kepada polisi. Laptop Kandule disita dan skrip yang digunakan untuk melakukan penghapusan ditemukan kembali.
Penyelidikan mengungkapkan bahwa dia telah mencari skrip di Google untuk menghapus server virtual, yang kemudian dia gunakan untuk membuat kode skrip penghapusan.
Atas perbuatannya, ia divonis dua tahun delapan bulan penjara pada Senin (6/10) kemarin atas satu dakwaan akses ilegal ke server perusahaan. Sementara itu, tuntutan hukuman lain dari perusahaan sedang diperiksa.
“(Tindakan ini dilakukan) Kandula (karena) dia merasa bingung dan kesal saat dipecat karena merasa telah melakukan pekerjaan dengan baik dan memberikan kontribusi yang baik kepada NCS selama menjabat,” demikian bunyi dokumen pengadilan di NCS kasus.
Tonton juga video ‘Saya dipecat tanpa bayaran’:
(fdl/fdl)