Jakarta –

Pengaturan merokok terlarang berlaku untuk semua maskapai penerbangan dan harus mematuhi penumpang. Tidak hanya kebijakan, salah satu alasannya adalah larangan merokok.

Prinsip ini adalah bagian dari pengaturan penerbangan internasional yang bertujuan untuk menjaga keselamatan, kesehatan, dan relaksasi semua penumpang dan personel.

“Kelompok singa selalu konsisten dengan aturan merokok di pesawat (setelah penerbangan). Pasokan ini berlaku untuk semua jenis rokok, bahan bakar rokok dan rokok listrik.

Beberapa alasan utama larangan merokok di kabin pesawat adalah:

1. Keamanan

Merokok di pesawat dapat menimbulkan ancaman serius untuk menembak. Cuaca kering di kabin pesawat dapat membuat demam bahan bakar menjadi lebih.

Dalam keadaan darurat, dalam keadaan darurat, bisa sangat sulit untuk mengendalikan dan memadamkan pesawat, dan berpotensi membahayakan keamanan semua konsumen dan personel kabin.

2. Indonesia dan Peraturan Pengaturan Internasional

Di Indonesia, di bawah undang -undang penerbangan, larangan merokok di pesawat dikendalikan oleh Kementerian Transportasi. Pasal 419 Undang -undang mengontrol tanggung jawab larangan merokok di pesawat terbang dan mematuhi konsumen untuk mematuhi aturan -aturan ini. Selain itu, larangan merokok di pesawat juga merupakan standar internasional yang disusun oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dan telah diterima oleh banyak negara di dunia.

3. kenyamanan

Karena asap rokok, bau rokok invasif dan dapat menyebabkan iritasi di hidung, mata dan tenggorokan, ia dapat mengintervensi pada non -persmer lainnya. Merokok di pesawat memungkinkan Anda untuk menikmati semua perjalanan dengan mudah jatuh.

4. Kesehatan

Merokok memiliki efek buruk pada perokok dan orang -orang di dekatnya. Rokok mengandung banyak bahan kimia berbahaya yang dapat bernafas oleh konsumen di pesawat. Pameran asap rokok dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan seperti asma atau bronkitis.

5. Angin kembali udara

Pesawat komersial memiliki sistem ventilasi yang dirancang untuk mengatur sirkulasi udara di kabin. Larangan merokok di pesawat membantu menjaga kualitas udara yang sehat untuk semua konsumen.

Asap rokok mempengaruhi sistem ventilasi pesawat dan menyebabkan udara menjadi udara di kabin. Zat nikotin juga akan mempengaruhi sistem pada pesawat dari waktu ke waktu, membentuk plak lengket yang dapat mengganggu fungsi sistem peredaran darah, sehingga tidak banyak bekerja.

Asap rokok mengandung partikel dan bahan kimia berbahaya yang mungkin tetap dalam komponen sistem ventilasi pesawat. Dalam periode waktu tertentu, asap rokok dapat mencemari saluran udara, mengganggu kinerja filter, dan mengurangi kinerja sistem regulasi sirkulasi udara.

Selain alasan merokok penumpang di pesawat, 10 dari 10 laporan laporan berita paling terkenal.

1. 5 Penyebab utama merokok di kabin pesawat. Masukkan kokain di vagina UE, wisatawan Argentina aman di Bandara Bali. 88 % dari 88 % dari pengusaha sedang bersiap untuk menyingkirkan efek APBN dengan cara massal untuk menyelamatkan 4. Puling Pulau Tetter, ribuan pulau mengaitkan di pulau -pulau. ⁠ Momen emosional menyentuh rumput pertama di rumah baru. 7. Ketika tiket penerbangan menenggelamkan tas untuk penumpang, bus menjadi penyelamat. Seperti laut, Danau Hiboh Sarangan Sararnan didefinisikan oleh BMKG9 ini. Hotel ini adalah area paling dahsyat yang dipengaruhi oleh efek penghematan APPN 10. Jet Jet Landing Pemahaman: Pikirkan Roda Arabelle yang rusak “Video: Ikuti persiapan personel penerbangan sebelum kembali” (BNL/BNL)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *