Denpasar –

Citylink Airlines bekerja sama dengan Pertamina Patra Niaga melakukan pengujian Sustainable Aviation Fuel (SAF) pada Bali International Air Show 2024 yang diselenggarakan pada Rabu hingga Sabtu (18 hingga 21) September 2009. Terlaksana.

Pertamina Patra Niaga menopang pesawat Citilink pada Bali International Airshow 2024 yang digelar di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sebagai bagian dari roadmap SAF bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Maribes) yang menyediakan bahan bakar penerbangan (SAF). ).

Dewa Rai mengatakan kemitraan dengan Pertamina Patra Niaga merupakan langkah penting Citylink dalam membantu mengurangi emisi karbon, khususnya di industri penerbangan yang lebih mengutamakan pertimbangan lingkungan.

Dewa Rai mengatakan, “Pada tahap pertama kerja sama ini, Citylink telah berhasil meningkatkan SAF sebesar 30KL dalam empat hari operasi selama Bali International Air Show 2024, membuka jalan bagi masa depan penerbangan. Saya melakukannya,” ujarnya.

Riva Siahan, Presiden PT Pertamina Patra Niaga, mengatakan penempatan SAF pertama di Bandara Ngurah Rai merupakan tanda bahwa Indonesia dapat beradaptasi dengan persyaratan kerja sama energi di industri penerbangan global, tempat SAF dipasang. Dia sekarang menjadi pemain sentral. -Tenggat waktu bagi maskapai penerbangan untuk mengurangi jejak karbonnya tanpa mengubah pesawat, maskapai penerbangan, atau rantai pasokan bahan bakarnya.

Berbagai standar internasional telah diraih oleh Pertamina SAF antara lain sertifikasi Carbon Offset and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) dan sertifikasi European Union Renewable Energy Directive (RED-EU) International Sustainability and Carbon Certification (ISCC). Pertamina juga menegaskan SAF ini aman digunakan, memenuhi standar yang ditetapkan oleh American Society for Testing and Materials (ASTM), dan terdaftar sebagai Corsia Qualified Fuel (CEF) oleh International Civil Aviation Organization (ICAO). dia.

“Proses baru dalam penerbangan berkelanjutan ini dapat mengurangi emisi karbon dari bahan bakar fosil karena Pertamina SAF merupakan campuran bahan baku baru: minyak jelantah (UCO) atau minyak jelantah,” kata Riva.

Lebih lanjut Dewa Rai menjelaskan upaya kami dalam menurunkan emisi karbon didukung penuh oleh Pertamina Patra Niaga. Kami berharap Pertamina Patra Niaga terus memanfaatkan SAF untuk mendorong keberlanjutan industri penerbangan tidak hanya di Indonesia tetapi juga di tingkat internasional.

Di sini juga

(DD/FEM)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *