Jakarta –
Read More : Head to Head Man City Vs Club Brugge: The Citizens Selalu Menang Besar!
Batuk merupakan gejala umum yang dialami banyak orang. Kondisi ini bisa disebabkan oleh alergi.
Ya, alergi bisa menyebabkan batuk yang terasa seperti menggelitik tenggorokan. Hal ini karena alergen mengiritasi selaput lendir hidung sehingga menyebabkan saluran hidung menghasilkan lendir encer.
Lendir dapat mengalir dari hidung ke bagian belakang tenggorokan sehingga menimbulkan sensasi menggelitik. Kondisi ini disebut postnasal drop. Batuk alergi juga bisa berhubungan dengan paparan udara dingin. Apa ciri-ciri batuk alergi karena udara dingin?
Batuk alergi terjadi ketika Anda menghirup udara yang mengandung alergen. Menurut laman Violapharm, tubuh bereaksi hingga selaput lendir saluran napas mengalami peradangan. Kondisi ini menyebabkan batuk dan reaksi lainnya.
Batuk alergi biasanya terjadi ketika seseorang menghirup alergen yang sebenarnya tidak berbahaya. Batuk alergi juga bisa terjadi sebagai reaksi terhadap berbagai alergen di udara dingin. Mengutip laman Kesehatan Sangat Baik, alergen tersebut antara lain: tempat tidur, karpet dan jamur furnitur, termasuk serbuk sari dan serbuk sari, beberapa alergi makanan yang berhubungan dengan Aspergillus.
Selain dikaitkan dengan alergi, paparan udara dingin juga dapat menyebabkan batuk kering akibat iritasi pada selaput lendir saluran pernapasan bagian atas. Kelembapan yang rendah dan udara dingin dapat menyebabkan dehidrasi pada selaput lendir sehingga lebih sensitif terhadap iritasi. Akibatnya, selaput lendir mulai bereaksi terhadap udara dingin melalui batuk, yang merupakan ciri khas batuk alergi dingin.
Batuk alergi akibat paparan udara dingin atau alergen seringkali memiliki ciri-ciri sebagai berikut: gatal, pilek, dan terkadang mata berair.
Batuk alergi juga tidak menghasilkan lendir atau dahak. Bagi sebagian orang, batuk bisa berlangsung selama beberapa minggu. Cara mencegah batuk akibat paparan udara dingin.
Penting untuk melindungi diri Anda saat cuaca dingin. Lakukan beberapa tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko batuk akibat paparan udara dingin. Mengenakan syal menutupi hidung dan wajah membantu mempertahankan kelembapan dan panas saat menghirup udara. Oleh karena itu, cara ini dapat mengurangi kemungkinan terjadinya peradangan pada selaput lendir tenggorokan dan paru-paru. Berkumurlah secara teratur untuk meredakan peradangan, kekeringan dan gatal di tenggorokan. Gunakan humidifier atau pelembab udara. Sebab di lingkungan yang lembap, selaput lendir dan tenggorokan bisa bekerja lebih baik dalam melindungi tubuh.
Di atas adalah penjelasan mengenai ciri-ciri batuk yang disebabkan oleh alergi dingin. Saya harap informasi ini bermanfaat. Tonton video “Cara Mudah Mendapatkan Tidur Sempurna” (Rusa/Sari)