Jakarta –
Read More : Transmart Full Day Sale! Ayam Broiler Cuma Rp 27.600/Ekor
Kopi adalah salah satu minuman paling populer di dunia. Namun banyak mitos tentang wine ini.
Terutama mengenai manfaat kopi bagi kesehatan. Beberapa orang percaya bahwa mereka memiliki kebiasaan minum kopi dalam jumlah banyak sehingga dapat mengurangi manfaat minuman ini. Apakah ini benar?
Berikut tiga mitos tentang kopi yang masih diyakini banyak orang, dan kebenaran tentang makanan menurut Madi Pascariello dan Roxana Ehsani 1. “Kopi buruk bagi kesehatanmu”
Meski banyak cerita dan pemberitaan mengenai manfaat kopi, namun ada pula yang berpendapat bahwa minuman ini berdampak buruk bagi kesehatan.
Menurut Pacariello dari CNBC, kopi memiliki beragam manfaat bagi kesehatan, asalkan tidak berlebihan.
Selama Anda mengikuti pedoman diet yang mengharuskan Anda mengonsumsi tidak lebih dari 400 miligram kafein atau empat cangkir kopi sehari, Anda tidak perlu khawatir, katanya.
Ia menjelaskan, kopi kaya akan polifenol, antioksidan yang terbukti mencegah berkembangnya penyakit kronis tertentu, seperti penyakit jantung.
Selain itu, kopi juga merupakan stimulan yang meningkatkan perhatian, energi, produktivitas, dan performa olahraga.
Namun hati-hati dengan hal-hal yang mungkin Anda tambahkan ke dalam kopi Anda, seperti krim, gula pasir, sirup, dan madu, tambahnya. “Minum lebih dari dua cangkir kopi sehari itu terlalu banyak.”
Beberapa orang menganggap minum tiga hingga empat cangkir kopi sehari terlalu banyak dan berdampak buruk bagi kesehatan. Pascariello dan Ehsani mengatakan minum kopi lebih dari dua cangkir tidak masalah, asalkan melebihi batas konsumsi kafein 400 miligram.
“Ini termasuk kafein dan soda, teh, minuman berenergi, dan coklat,” kata mereka.
Mereka juga menganjurkan makan atau minum air putih sebelum minum kopi, karena kafein dapat menekan nafsu makan.
“Jangan jadikan kopi sebagai pengganti makanan, hati-hati jika mengganggu nafsu makan,” kata Pascariello. “Kamu tidak boleh minum kopi di pagi hari.”
Ahli diet seperti Pascariello dan Ehsani menyarankan kliennya untuk minum kopi di siang hari. Pasalnya, efek maksimal kafein dirasakan selama enam jam dan bisa memengaruhi tidur seseorang.
“Saya pikir orang-orang mengonsumsi kafein secara berlebihan dan merasa sangat lelah pada pukul 14.00, 15.00, atau 16.00,” jelas Pascariello.
Daripada meminum secangkir kopi, Pascariello menyarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi serat, lemak sehat, atau protein.
Ia juga menyarankan agar penderita masalah asam lambung sebaiknya mengurangi makan atau minum air putih sebelum minum kopi.
Pada saat yang sama, Ehsani berpesan kepada masyarakat untuk tidak lupa minum segelas air sambil minum kopi. Tonton video ini “Benar atau Salah: Minum Kopi Membuat Anak Lebih Pendek” (ath/kna)